Anjingku yang baru

Minggu lalu aku mendapatkan anak anjing mungil warna putih, bulunya agak lebat. Tapi ia masih kecil, bulu aslinya belum kelihatan. Ini adalah hasil kawin silang antara anjing pomku dengan anjing tetangga tapi tidak tau jenis apa, pokoknya kakinya pendek, bulunya tipis, dan telinganya lebar. Anjingku jantan, yang betina melahirkan 6 ekor anak, dan sebagai ayahnya, anjingku berhak atas hak asuh satu anaknya. Aku bebas memilih satu dari enam ekor anak anjing. Yang terlihat menghasilkan keturunan yang bagus hanya dua ekor saja, sedangkan yang lain terlihat biasa-biasa saja. Yang bagus satu berwarna hitam dan yang satunya berwarna putih. Aku tidak begitu suka anjing warna hitam, jadi aku pilih yang warna putih saja.

Anjingku kuberi nama ‘myo’, soalnya ia lahir pas motor mioku selesai dicat, biar gak pusing-using mikirin namanya, kuberi nama myo saja. Sekarang umurnya sudah hampir dua bulan, dan sudah waktunya untuk divaksin. Jadi aku tinggal panggil dokter hewan agar dia datang ke rumahku. Rencananya divaksin satu kali saja, tapi pakai vaksin yang komplit.

Kelihatannya myo akan menjadi anjing yang pintar, cepet ngerti dan setia. Setiap aku datang dia pasti sangat senang sambil mengibas-ngibaskan ekornya keras-keras. Lalu mengikutiku sambil melompat-lompat mencari perhatian. Lalu dia menggigit-gigit tanganku, dia ingin diajak bermain. Nanti kalau setelah divaksin baru boleh dimandikan lalu akan aku ajak dia jalan-jalan dipantai seperti yang selama ini sering aku lakukan bersama anjing pomku yang bernama kimi.

Rabies di Bali

Pemerintah menetapkan wilayah Bali secara keseluruhan sebagai daerah terjangkit wabah Rabies pada hewan anjing. Hal itu dinyatakan setelahpemerintah menemukan bukti dari pengujian laboratorium dua balai besarVeteriner terhadap spesimen otak anjing. Bali yang dari dulu dikenal sebagai daerah bebas rabies akhirnya terkena juga. Salah satu Penyebabnya adalah karena kurangnya pengawasan masuknya anjing luar ke Bali.

Untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit ini, sebanyak 283 ekor anjing telah dimusnahkan serta akan  menggelar vaksinasi hingga bulan Maret 2009. Vaksinasi terhadap anjing dilakukan hingga akhir bulan Maret 2009.Penyakit rabies pertama kali muncul di desa Ungasan, Jimbaran. Duaorang yang meninggal dunia dinyatakan positif rabies setelah digigitanjing.

Para petugas Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan kabupaten Badung,Bali, menggencarkan vaksinasi anti rabies gratis untuk anjingpeliharaan di kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. Vaksinasi ini dilakukanguna melokalisasi anjing yang ada di dua kecamatan tersebut menyusulstatus kejadian luar biasa rabies untuk provinsi Bali.

Daerah tempat tinggal saya di Sanur belum masuk kawasan yang terkena rabies. Tapi takut juga untuk mengajak anjing saya jalan-jalan ke Pantai Sanur. Soalnya ada isu anjing – anjing jalanan akan dimusnahkan dengan cara menebar racun di jalan. Saya takutnya anjing saya tidak sengaja memakannya.

Anjingku

kimiaku adalah penggemar anjing, sepi di rumah kalau gak ada anjing, rasanya ada yang kurang. kalau anjingku mati pasti segera mencari anjing baru lagi, setidaknya harus ada anjing bali yang bisa jaga rumah. sekarang aku punya satu anjing saja, jenis anjing pom cowok, kecil bulunya lebat dibeli kakakku dari temannya yang mau berangkat ke luar negeri, jadi anjing2nya semua dijual. anjingku namanya ‘kimi’ yang diambil dari nama pembalap ferrari ‘kimi raikkonen’ yang saat itu menjadi juara dunia, jadi muncullah ide kasi nama begitu. sekarang umurnya 2 tahun. dulu waktu dia kecil masih punya teman namanya ‘piki’ anjing bali umurnya sudah 10 tahun lebih, dan anjing yorkshire namanya ‘jojo’ sudah tua juga umurnya. si jojo duluan mati karena sakit, dia sering sesak nafas, lalu tiba tiba saja dia mati. trus si piki sakit seminggu bertahan tanpa makan, akhirnya mati juga. sekarang tinggallah kimi sendiri, kasihan dia. tapi bulan depan dia akan punya teman, anaknya sendiri. sekitar tiga bulan yang lalu dia dikawinkan dengan seekor anjing tapi gak tau jenis apa, anjingnya kecil telinganya lebar. bulan lalu anaknya lahir 6 ekor, dan aku kebagian satu anjing cowok, warnanya putih coklat, rencananya akan kuberi nama ‘myo’, soalnya aku punya motor mio yang baru habis di-cat. yah, tunggu bulan depan aja kimi, kamu gak sendiri lagi. (kmw)

Tirta Yatra di Pulau Menjangan

Bulan Oktober tahun 2006 silam aku dan rombongan melakukan tirta yatra ke sebuah pura di Pulau Menjangan. Pulau ini terletak di Kabupaten Jembrana, Bali. Berangkat di pagi hari dari Denpasar menuju Jembrana menghabiskan 1,5 jam waktu perjalanan. Sesampainya di dermaga pantai lalu dilanjutkan dengan menaiki perahu boat yang berkapasitas 20 orang penumpang. Penyeberangan ini memakan waktu tidak lama, yaitu sekitar 15 menit, karena jaraknya tidak terlalu jauh.

Sesampainya di sana, kita harus melalui lahan rerumputan yang gersang dan kering. Di sana terdapat beberapa pura, dan terlihat sekali adanya bukti pengaruh kerajaan Jawa yang pernah ada di pulau ini. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pelinggih Gajah Mada dan pelinggih Kebo iwa. Selain itu terdapat pula pengaruh ajaran Budha dengan adanya kelenteng tempat memuja Dewi Kwam Im. Terakhir barulah kita melakukan persembahyangan di Pura Menjangan.

Di Pulau Menjangan ini juga terdapat binatang Menjangan, yang bentuknya menyerupai binatang kijang. Sepertinya binatang ini hanya ada di Pulau Menjangan, dan merupakan salah satu binatang langka yang dimiliki Bali. (koming)

Bali Street Dog Fund

bali street dog

The remarkable island of Bali….filled with scenic rice fields, rivers, ancient temples and palaces; surrounded by beautiful beaches and renowned for fine arts, dance and music.In contrast to this beauty…..mangy and starving dogs roam freely on the beaches, the streets, in the markets, around restaurants and in tourist areas. Many of these dogs suffer from preventable parasitic and infectious diseases and major trauma from roadside accidents. Without any welfare organisations to treat and care for them these animals suffer enormously.

Tourists who have visited Bali have long been distressed by the overwhelming number of suffering dogs on the island. No-one knows accurately how many dogs exist in Bali but estimates have been as high as one million.

Many Balinese people want help for their community dogs but do not have the resources or knowledge to provide even the most basic care.

We feel the best way to help the Balinese people is to reduce the number of dogs, provide basic veterinary care and educate the Balinese people as to how they can help. We know from supporting organisations undertaking this challenge over the last 9 years that these programs really work.

We need to raise funds to ensure this vital work continues. Anyone who has witnessed the suffering and really wants to make a difference can do just that through supporting The Bali Street Dog Fund.

source : http://www.balistreetdogs.org.au/