<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KomangWiratma™</title>
	<atom:link href="http://komangwiratma.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komangwiratma.web.id</link>
	<description>a lesson learned in time ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Dec 2010 10:03:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Perjalanan ke Pura Pasar Agung</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2010/07/perjalanan-ke-pura-pasar-agung/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2010/07/perjalanan-ke-pura-pasar-agung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 09:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>
		<category><![CDATA[Karangasem Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pura Pasar Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Pura Tertinggi di Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama tidak melakukan tirta yatra, akhirnya sekarang rombongan kantorku melakukan tirta yatra ke Pura Pasar Agung. Pura ini terletak di Selat, Karangasem. Perjalanan dimulai pukul 12 siang, lalu singgah sebentar di Pasar Klungkung santap siang sate + gulai kambing. Rombongan dua mobil lalu melanjutkan perjalanan dan sesampainya di bukit jambul singgah sebentar buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/07/perjalanan-ke-pura-pasar-agung/dsc01127/' title='Pura Pasar Agung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/12/DSC01127-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pura Pasar Agung" title="Pura Pasar Agung" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/07/perjalanan-ke-pura-pasar-agung/dsc01133-2/' title='Pura Pasar Agung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/12/DSC01133-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pura Pasar Agung" title="Pura Pasar Agung" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/07/perjalanan-ke-pura-pasar-agung/5092577724_4480e51c0d_z/' title='Pura Pasar Agung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/12/5092577724_4480e51c0d_z-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pura Pasar Agung" title="Pura Pasar Agung" /></a>

<p style="text-align: justify;">Setelah sekian lama tidak melakukan tirta yatra, akhirnya sekarang rombongan kantorku melakukan tirta yatra ke Pura Pasar Agung. Pura ini terletak di Selat, Karangasem. Perjalanan dimulai pukul 12 siang, lalu singgah sebentar di Pasar Klungkung santap siang sate + gulai kambing. Rombongan dua mobil lalu melanjutkan perjalanan dan sesampainya di bukit jambul singgah sebentar buat foto-foto, kali aja ada yang pas buat ganti foto profile facebook. <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Jam setengah tiga akhirnya sampai di pelataran parkir Pura Pasar Agung, meskipun sebelumnya sempat nyasar dikit <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Ngopi dulu sebentar sebelum menaiki ratusan anak tangga, sekalian untuk melawan kabut dingin yang mulai merasuki tubuh. Satu demi satu anak tangga kulangkahi dengan penuh semangat sampai meninggalkan rombongan lain di bawah. Setelah sampai di atas baru mulai ngos-ngosan serasa mau pingsan kehabisan nafas. Untunglah ada bale tempat rebahan di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Pura ini kita bisa melihat puncak Gunung Agung dengan sangat jelas. Tebing-tebing yang terjal dengan pepohonannya terlihat begitu jelas. Dari pura ini juga bisa sebagai start point untuk melakukan pendakian ke puncak gunung agung yang bisa dicapai dalam waktu kurang lebih 4 jam. Lokasinya yang dekat dengan puncak gunung membuat pura ini selalu diselimuti kabut dingin. Serasa seperti melayang, karena kita bisa melihat suasana di daratan bawah sana dari balik awan. <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">KomangWiratma™</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2010/07/perjalanan-ke-pura-pasar-agung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taman Ujung, Bali</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2010/05/taman-ujung-bali/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2010/05/taman-ujung-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 12:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan di bali]]></category>
		<category><![CDATA[taman ujung karangasem bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Di daerah Ujung, Desa Tumbu, Karangasem kita bisa melihat sebuah water palace bekas peninggalan raja karangasem yang konon dulunya sebagai tempat peristirahatan kalangan istana dan sebagai tempat menjamu tamu dari luar istana. Sekarang tempat ini lebih dikenal dengan nama Taman Ujung atau Taman Sukasada. Tempat ini memiliki area yang sangat luas memiliki beberapa kolam air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/05/taman-ujung-bali/5091993945_44ac3f7394_b/' title='Taman Ujung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/11/5091993945_44ac3f7394_b-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Taman Ujung" title="Taman Ujung" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/05/taman-ujung-bali/5091995967_b5695bc47d_b/' title='Taman Ujung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/11/5091995967_b5695bc47d_b-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Taman Ujung" title="Taman Ujung" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/05/taman-ujung-bali/5092593494_2c0b80fe65_b/' title='Taman Ujung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/11/5092593494_2c0b80fe65_b-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Taman Ujung" title="Taman Ujung" /></a>

<p style="text-align: justify;">Di daerah Ujung, Desa Tumbu, Karangasem kita bisa melihat sebuah water palace bekas peninggalan raja karangasem yang konon dulunya sebagai tempat peristirahatan kalangan istana dan sebagai tempat menjamu tamu dari luar istana. Sekarang tempat ini lebih dikenal dengan nama Taman Ujung atau Taman Sukasada.</p>
<p style="text-align: justify;">Tempat ini memiliki area yang sangat luas memiliki beberapa kolam air yang ditengahnya terdapat bangunan yang dihubungkan oleh jembatan menuju sisi kolam. Suasanya begitu nyaman dan tidak begitu ramai dikunjungi orang. Corak bangunannya merupakan akulturasi arsitektur gaya Eropa dan arsitektur Bali. Namun kesan bangunan kunonya sudah tidak tampak lagi karena sudah mengalami beberapa kali pemugaran. Dulu bangunan ini sempat rusak akibat gempa dan gunung meletus.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kompleks tertinggi yang menyerupai bangunan seperti benteng, kita bisa melihat taman ujung secara keseluruhan dari atas. Kita juga bisa melihat pemandangan pantai dari kejauhan, dan gunung yang disekitarnya dikelilingi sawah yang menghijau. Tampaknya hanya bangunan ini saja yang masih dibiarkan seperti aslinya, meskipun struktur bangunannya tidak lengkap dan terdapat beberapa bagian yang sudah retak.</p>
<p style="text-align: justify;">KomangWiratma™</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2010/05/taman-ujung-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Tegalwangi Jimbaran</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2010/03/pantai-tegalwangi-jimbaran/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2010/03/pantai-tegalwangi-jimbaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 09:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan bali]]></category>
		<category><![CDATA[pantai tegalwangi jimbaran]]></category>
		<category><![CDATA[tegal wangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Tegalwangi merupakan pantai sempit yang terletak di kawasan Jimbaran. Lokasinya di arah menuju bekas hotel Ritz Carlton ke arah Pura Tegalwangi, ikuti saja papan penunjuk jalan. Tepat di depan Pura Tegalwangi kita akan melihat pantai dari atas bukit. Untuk menuju ke pantai kita harus turun melewati jalan setapak yang agak curam, jadi mesti hati-hati. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/03/pantai-tegalwangi-jimbaran/dsc01041/' title='Pantai Tegalwangi Jimbaran'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC01041-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pantai Tegalwangi Jimbaran" title="Pantai Tegalwangi Jimbaran" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/03/pantai-tegalwangi-jimbaran/dsc01044/' title='Pantai Tegalwangi Jimbaran'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC01044-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pantai Tegalwangi Jimbaran" title="Pantai Tegalwangi Jimbaran" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/03/pantai-tegalwangi-jimbaran/dsc01045/' title='Pantai Tegalwangi Jimbaran'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC01045-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pantai Tegalwangi Jimbaran" title="Pantai Tegalwangi Jimbaran" /></a>

<p style="text-align: justify;">Pantai Tegalwangi merupakan pantai sempit yang terletak di kawasan Jimbaran. Lokasinya di arah menuju bekas hotel Ritz Carlton ke arah Pura Tegalwangi, ikuti saja papan penunjuk jalan. Tepat di depan Pura Tegalwangi kita akan melihat pantai dari atas bukit. Untuk menuju ke pantai kita harus turun melewati jalan setapak yang agak curam, jadi mesti hati-hati. Di sini belum ada anak tangga, mungkin karena bukan objek wisata.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai ini memiliki tebing-tebing tinggi sama seperti Pantai Dreamland dan kebanyakan pantai di daerah perbukitan lainnya. Ombaknya besar, berpasir putih kasar dan terdapat beberapa batu karang besar di pesisir pantai. Hanya ada tidak lebih dari sepuluh orang pengunjung di sana, dan kebanyakan mereka adalah fotografer yang sedang membuat foto dan video pre-wedding. KomangWiratma™</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2010/03/pantai-tegalwangi-jimbaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Ujung Tanjung Benoa Bali</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2010/01/dari-ujung-tanjung-benoa-bali/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2010/01/dari-ujung-tanjung-benoa-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 05:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan bali]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga air]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung benoa bali]]></category>
		<category><![CDATA[watersport]]></category>
		<category><![CDATA[wisata tirta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Tanjung Benoa adalah sebuah daratan yang menjorok ke tengah laut yang berada di sebelah tenggara pulau Bali bersebelahan dengan Nusa Dua. Daerah ini terkenal dengan wisata watersport-nya seperti parasailing, jetski, banana boat, flying fish. Kecuali surfing, karena ombaknya relatif tenang, jadi tidak cocok sebagai tempat surfing. Di sepanjang pesisir pantai Tanjung Benoa ini telah dipenuhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/01/dari-ujung-tanjung-benoa-bali/dsc00404/' title='Tanjung Benoa'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/01/DSC00404-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tanjung Benoa" title="Tanjung Benoa" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/01/dari-ujung-tanjung-benoa-bali/tanjungbenoa/' title='Tanjung Benoa'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/01/tanjungbenoa-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tanjung Benoa" title="Tanjung Benoa" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2010/01/dari-ujung-tanjung-benoa-bali/dsc00406/' title='Tanjung Benoa'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2010/01/DSC00406-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tanjung Benoa" title="Tanjung Benoa" /></a>

<p style="text-align: justify;">Tanjung Benoa adalah sebuah daratan yang menjorok ke tengah laut yang berada di sebelah tenggara pulau Bali bersebelahan dengan Nusa Dua. Daerah ini terkenal dengan wisata watersport-nya seperti parasailing, jetski, banana boat, flying fish. Kecuali surfing, karena ombaknya relatif tenang, jadi tidak cocok sebagai tempat surfing.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sepanjang pesisir pantai Tanjung Benoa ini telah dipenuhi oleh bangunan hotel bintang lima, dan berbagai sarana penunjang pariwisata, termasuk banyak sekali penyedia jasa wisata tirta (watersport). Di ujung pulau ini terdapat area menyerupai dermaga tempat berlabuhnya kapal boat dan terdapat pula SPBU pengisian bahan bakar kapal boat. Dari sini kita juga dapat melihat kapal-kapal yang berlabuh di kawasan pabean Benoa. Karena tanjung ini menghadap ke utara, maka dari pantai ini kita dapat melihat pemandangan sunset di sore hari sekaligus menyaksikan sunrise di pagi hari. Sayangnya saya tidak dapat melihat kedua-duanya, karena saya ke sana agak siang. <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (KomangWiratma™)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2010/01/dari-ujung-tanjung-benoa-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan-Jalan ke Tengah Sawah di Jatiluwih</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2009/11/jalan-jalan-ke-tengah-sawah-di-jatiluwih/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2009/11/jalan-jalan-ke-tengah-sawah-di-jatiluwih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>
		<category><![CDATA[jatiluwih]]></category>
		<category><![CDATA[jatiluwih bali]]></category>
		<category><![CDATA[sawah berundak]]></category>
		<category><![CDATA[sawah terasering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Jatiluwih merupakan daerah hamparan sawah berundak-undak (terasering) yang sangat luas, yang terletak di Penebel, Tabanan, Bali. Saking luasnya, area persawahan ini sempat dinominasikan sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia (UNESCO World Heritage). Sumber airnya dari beberapa bendungan dengan menggunakan sistem tradisional Subak. Memasuki daerah Jatiluwih yang berhawa sejuk dari kejauhan kita akan menyaksikan pemandangan sawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/11/jalan-jalan-ke-tengah-sawah-di-jatiluwih/b-3/' title='Jatiluwih'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/11/b2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Jatiluwih" title="Jatiluwih" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/11/jalan-jalan-ke-tengah-sawah-di-jatiluwih/2-5/' title='Jatiluwih'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/11/2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Jatiluwih" title="Jatiluwih" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/11/jalan-jalan-ke-tengah-sawah-di-jatiluwih/c-2/' title='Jatiluwih'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/11/c-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Jatiluwih" title="Jatiluwih" /></a>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jatiluwih merupakan daerah hamparan sawah berundak-undak (terasering) yang sangat luas, yang terletak di Penebel, Tabanan, Bali. Saking luasnya, area persawahan ini sempat dinominasikan sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia (UNESCO World Heritage). Sumber airnya dari beberapa bendungan dengan menggunakan sistem tradisional Subak.</p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki daerah Jatiluwih yang berhawa sejuk dari kejauhan kita akan menyaksikan pemandangan sawah nan indah dengan latar belakang gunung Batukaru. Di pinggiran jalan kita jumpai sungai dengan air yang sangat jernih dan dingin. Tempat ini sangat pas buat foto-foto dan aku juga sempat mengabadikannya lewat video. (KomangWiratma™)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/QJU_akSo0Gg&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/QJU_akSo0Gg&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2009/11/jalan-jalan-ke-tengah-sawah-di-jatiluwih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Makotekan di Desa Munggu</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2009/10/tradisi-makotekan-di-desa-munggu/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2009/10/tradisi-makotekan-di-desa-munggu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 09:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[mekotekan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Makotekan di Desa Munggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Berawal ketika asyik dengan aktivitas blogwalking, aku tertarik dengan salah satu artikel yang berisikan tradisi makotekan yang ada di Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali. Setelah bertanya-tanya lewat mbah google, ternyata tradisi ini diadakan bertepatan dengan hari raya Kuningan yang dilangsungkan mulai lewat waktu tengah hari sampai sore hari.  Pas hari raya Kuningan tanggal 24 Oktober [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/tradisi-makotekan-di-desa-munggu/attachment/4/' title='Tradisi Makotekan di Desa Munggu'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tradisi Makotekan di Desa Munggu" title="Tradisi Makotekan di Desa Munggu" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/tradisi-makotekan-di-desa-munggu/1-3/' title='Tradisi Makotekan di Desa Munggu'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/11-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tradisi Makotekan di Desa Munggu" title="Tradisi Makotekan di Desa Munggu" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/tradisi-makotekan-di-desa-munggu/3-2/' title='Tradisi Makotekan di Desa Munggu'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tradisi Makotekan di Desa Munggu" title="Tradisi Makotekan di Desa Munggu" /></a>

<p style="text-align: justify;">Berawal ketika asyik dengan aktivitas blogwalking, aku tertarik dengan salah satu artikel yang berisikan tradisi makotekan yang ada di Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali. Setelah bertanya-tanya lewat mbah google, ternyata tradisi ini diadakan bertepatan dengan hari raya Kuningan yang dilangsungkan mulai lewat waktu tengah hari sampai sore hari.  Pas hari raya Kuningan tanggal 24 Oktober 2009 lalu, jam setengah empat sore, aku langsung meluncur dari Sanur menuju ke Desa Munggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan ke sana sungguh menyenangkan, selain jalannya sepi (karena warga pendatang kebanyakan lagi pulkam), di sisi kanan kiri jalan dihiasi ribuan penjor dengan hiasan istimewa, lain dari penjor kebanyakan. Terutama di sepanjang jalan mulai dari Desa Kerobokan, Canggu, hingga ke Munggu. Selain itu sering sekali aku jumpai anak-anak yang sedang ngelawang menarikan tarian barong bangkung. Sesekali aku berhenti atau memperlambat laju motorku untuk menyaksikan tradisi ngelawang ini (maklum, di Sanur jarang ada). Sesampainya di perempatan lampu merah Pantai Seseh, aku terus belok kanan, dan di sana sudah tampak warga yang berkerumun di pinggir jalan yang hendak menyaksikan tradisi mekotekan ini, dan aku lantas turut serta berbaur di dalamnya. Tampaknya tradisi ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Bali, karena sepertinya penontonnya hanya dari warga setempat dan dari desa tetangga. Mungkin aku adalah turis yang datang paling jauh… wakakakakak.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menunggu sekitar setengah jam akhirnya acara dimulai. Konon tradisi makotek ini dilakukan untuk menghidarkan desa dari wabah penyakit (<em>grubug</em>). Tampak iring-iringan warga pria remaja dan setengah baya membawa tongkat sejenis kayu pulet sepanjang kurang lebih 3 meter. Sesekali mereka menyatukan tongkat membuat bentuk segitiga kemudian berlari berputar-putar dan berpencar kembali. Tampak juga ada yang menaiki kumpulan tongkat tersebut dan akhirnya terjatuh. Ketika lagi asyik jeprat-jepret dari bawah pohon mangga tiba-tiba mereka mengarahkan kumpulan tongkat itu menuju ke arahku. Untung aku cepat-cepat kabur, ternyata mereka memukul-mukulkan tongkatnya ke pohon mangga itu. Apalagi kebetulan pohon mangganya berbuah, jadilah mereka berebutan ‘ngotek’ buah mangga…hehe…seru juga !! (KomangWiratma™)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2009/10/tradisi-makotekan-di-desa-munggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksotisme Air Terjun Nungnung</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2009/10/eksotisme-air-terjun-nungnung/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2009/10/eksotisme-air-terjun-nungnung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 10:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun nungnung]]></category>
		<category><![CDATA[nungnung waterfall]]></category>
		<category><![CDATA[plaga petang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koming.blogdetik.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu agak mendung menjadikan suasana sejuk. Terlintas di pikiran untuk bisa merasakan suasana yang sama di tempat yang alami, bisa di pegunungan atau di mana saja yang penting menyenangkan. Teringat cerita salah seorang teman yang pernah mengunjungi air terjun di Kecamatan Petang, Badung. Kelihatannya seru. Lalu aku searching sebentar di mbah google, ternyata lokasinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;font-family: Tahoma">
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/eksotisme-air-terjun-nungnung/dsc00863/' title='Air Terjun Nungnung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/08/DSC00863-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Air Terjun Nungnung" title="Air Terjun Nungnung" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/eksotisme-air-terjun-nungnung/n5/' title='Nungnung'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/08/n5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Nungnung" title="Nungnung" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/eksotisme-air-terjun-nungnung/n6/' title='nungnung waterfall'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/08/n6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="nungnung waterfall" title="nungnung waterfall" /></a>
</p>
<p></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hari minggu agak mendung menjadikan suasana sejuk. Terlintas di pikiran untuk bisa merasakan suasana yang sama di tempat yang alami, bisa di pegunungan atau di mana saja yang penting menyenangkan. Teringat cerita salah seorang teman yang pernah mengunjungi air terjun di Kecamatan Petang, Badung. Kelihatannya seru. Lalu aku searching sebentar di mbah google, ternyata lokasinya di Desa Nungnung, Petang, Badung. Pagi jam sembilan aku isi bensin motor mioku dulu sampai penuh, biar nggak mogok di jalan, maklum boros, lanjut melaju melalui desa Peguyangan terus ke utara.</p>
<p style="text-align: justify;">Desa Nungnung terletak kurang lebih 40 kilometer dari kota Denpasar, perjalanan melewati areal persawahan dan hutan, sangat menyenangkan. Setelah memasuki desa Nungnung aku memperlambat laju motorku dan di sebelah kiri jalan terlihat papan penunjuk arah menuju air terjun Nungnung / Nungnung waterfall, lanjut melaju ke arah kanan kurang lebih 600 meter. Harga tiket masuknya Rp. 3000,- untuk sepeda motor. Setelah parkir motor, lanjut perjalanan menuruni ratusan anak tangga yang berlumut dengan pegangan besi yang sudah keropos. Anak tangganya sangat curam, bahkan ada yang memiliki kemiringan sekitar 75 derajat, kalau turun mesti pegangan, ngeri kelihatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya sampai juga pada air terjunnya, awalnya tampak air terjun kecil, di sebelahnya baru terlihat air terjun besar yang memiliki ketinggian kurang lebih 70 meter dari permukaan tanah. Arus airnya saat itu lumayan kencang, hembusan air terjun membasahi tubuh. Untuk mengambil foto pun mata kamera harus sedikit ditutupi tangan agar lensanya tidak terkena hembusan air terjun. Mulailah aku beraksi mengambil gambar air terjun dari berbagai sisi, kebetulan saat itu tidak terlalu ramai, jadi aku bisa mengambil gambar dengan leluasa. Benar-benar mempesona, suara gemericik air yang menghantam bebatuan, hembusan udara sejuk menyelimuti tubuh, dan aliran air dingin melintasi kaki, begitu eksotis.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktunya untuk kembali, dan harus menaiki anak tangga yang jumlahnya ratusan itu. Tentunya lebih susah daripada pas menuruninya. Namun anda tidak perlu khawatir, di sepanjang anak tangga disediakan beberapa buah gazebo (bale bengong) sebagai tempat peristirahatan. Sungguh berat rasanya, dan di setiap gazebo aku butuh istirahat, sampai malah sempat tertidur, saking enaknya. Nice trip ! (koming)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2009/10/eksotisme-air-terjun-nungnung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebookers Tukang Pamer ?</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2009/10/facebook-voyeurs-tukang-pamer/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2009/10/facebook-voyeurs-tukang-pamer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 11:14:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indie Label]]></category>
		<category><![CDATA[efek facebook]]></category>
		<category><![CDATA[narsis di facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Voyeurs kalau dicari artinya di kamus online berarti seseorang yang memamerkan obyek yang sensasional. Di Indonesia istilah kerennya narsis (nyambung gak yaa? ). Facebook berisikan profil singkat, komentar-komentar tidak penting, dan kebanyakan menampilkan foto-foto empunya. Sempat beberapa lama surfing melihat-lihat foto orang-orang di facebook dengan berbagai gaya dan berbagai latar belakang lokasi. Tampaknya pose yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Voyeurs kalau dicari artinya di kamus online berarti seseorang yang memamerkan obyek yang sensasional. Di Indonesia istilah kerennya narsis (nyambung gak yaa? <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Facebook berisikan profil singkat, komentar-komentar tidak penting, dan kebanyakan menampilkan foto-foto empunya. Sempat beberapa lama surfing melihat-lihat foto orang-orang di facebook dengan berbagai gaya dan berbagai latar belakang lokasi. Tampaknya pose yang saat ini paling ngetren adalah pose dengan menempelkan satu jari telunjuk di bibir sambil memonyongkan bibir semonyong-monyongnya. Terlihat keren bukan..? <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dipikir-pikir apa tujuannya memasang foto-foto narsis bahkan sampai ratusan jumlahnya di facebook ? Apakah melalui foto-foto itu mereka ingin mengatakan sesuatu ? “hey.. look at me, I look so pretty from this angle”, “ne pacar baru gue, gak jelek-jelek amat khan <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ?” , “inilah fotoku bersama teman-temanku yang keren, lihatlah betapa gaulnya diriku”, “aku sexy bukan ? lihat aja belahan payudaraku ini, bukan maksud pamer lho ! kebetulan aja pas aku lagi foto-foto di waterbom, wajar donk aku pake bikini”, “aku lagi di dalam mobil dan lagi pegang setir, maklum, tajir gitu loch…”, “inilah tempat-tempat keren yang pernah aku kunjungi, bule-bule aja belom pernah ke sini”, “hohohoho…………………..”</p>
<p style="text-align: justify;">Stop being a narcissist..!! Don’t you have more important things to do ??</p>
<p style="text-align: justify;">wakakakakakakakkkkkkk………just for laugh brooo&#8230;.!! piiisssss… <img src='http://komangwiratma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">add aku di facebook yaaa&#8230; &gt;&gt;  <a href="http://facebook.com/komangwiratma" target="_blank">http://www.facebook.com/komangwiratma</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2009/10/facebook-voyeurs-tukang-pamer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asyiknya Menyusuri Hutan Mangrove</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2009/10/jalan-jalan-menyusuri-hutan-mangrove/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2009/10/jalan-jalan-menyusuri-hutan-mangrove/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 12:47:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>
		<category><![CDATA[hutan mangrove bali]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi hutan mangrove bali]]></category>
		<category><![CDATA[the mangrove information centre]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Liburan hari minggu kali ini saya habiskan dengan berjalan-jalan menikmati keindahan hutan mangrove di Desa Suwung Kauh, Denpasar Selatan. Hutan ini berlokasi di tengah kota, kurang dari satu kilometer sebelum Mall Bali Galleria / Simpang Dewa Ruci kalau dicari dari arah Sanur. Di sebelah kiri jalan akan terlihat papan nama bertuliskan ‘The Mangrove Information Centre’. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/jalan-jalan-menyusuri-hutan-mangrove/dsc00277/' title='The Mangrove Information Centre'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/DSC00277-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="The Mangrove Information Centre" title="The Mangrove Information Centre" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/jalan-jalan-menyusuri-hutan-mangrove/dsc00240-2/' title='Mangrove Trail'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/DSC00240-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Mangrove Trail" title="Mangrove Trail" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/jalan-jalan-menyusuri-hutan-mangrove/dsc08937_resize/' title='Hutan Mangrove'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/DSC08937_resize-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Hutan Mangrove" title="Hutan Mangrove" /></a>

<p style="text-align: justify;">Liburan hari minggu kali ini saya habiskan dengan berjalan-jalan menikmati keindahan hutan mangrove di Desa Suwung Kauh, Denpasar Selatan. Hutan ini berlokasi di tengah kota, kurang dari satu kilometer sebelum Mall Bali Galleria / Simpang Dewa Ruci kalau dicari dari arah Sanur. Di sebelah kiri jalan akan terlihat papan nama bertuliskan ‘The Mangrove Information Centre’.</p>
<p style="text-align: justify;">Menelusuri hutan mangrove dapat kita lalui dengan berjalan kaki menyusuri mangrove trail (jembatan kayu) sepanjang kurang lebih 2 km, yang disekelilingnya tentu saja terdapat pohon mangrove yang rindang. Memasuki hutan ini kita akan merasakan suasana sejuk, sunyi, bebas dari hiruk pikuk perkotaan, bau lumpur laut yang khas, suara burung dan binatang air, membuat suasananya berbeda dari tempat-tempat lain. Orang-orang yang melakukan aktivitas memancing dapat kita jumpai di sini, meskipun tidak begitu banyak. Dan ciri khas yang selalu ada di setiap obyek wisata di Indonesia adalah sampah yang berserakan dan coretan-coretan tangan-tangan jail.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tempat ini kita akan melihat beberapa fasilitas seperti tempat persemaian bibit mangrove, kolam sentuh yang merupakan media pembelajaran untuk dapat berinteraksi langsung dengan binatang seperti kepiting, ikan, dan hewan molusca lainnya. Menara pengamat setinggi kurang lebih 10 meter sebagai tempat untuk melihat hutan mangrove dari ketinggian, tempat peristirahatan, dan dermaga di pinggir pantai. (KomangWiratma™)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2009/10/jalan-jalan-menyusuri-hutan-mangrove/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Suluban&#8230; Kereeennn</title>
		<link>http://komangwiratma.web.id/2009/10/pantai-suluban-kereeennn/</link>
		<comments>http://komangwiratma.web.id/2009/10/pantai-suluban-kereeennn/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 06:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KomangWiratma™</dc:creator>
				<category><![CDATA[MeLaLi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komangwiratma.web.id/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Suluban terletak di dekat pura uluwatu, begitu mulai masuk area pura lalu belok ke kanan. Suluban berasal dari kata &#8216;sulub&#8217; yang berarti berjalan melalui/di bawah sesuatu. Dan benar, untuk memasuki area pantai kita harus memasuki sebuah goa, dan setelah melewatinya kita langsung akan melihat hamparan pantai berpasir putih nan luas. Apalagi jika sore hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/pantai-suluban-kereeennn/attachment/26092009202/' title='Pantai Suluban'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/26092009202-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pantai Suluban" title="Pantai Suluban" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/pantai-suluban-kereeennn/dsc00119-2/' title='Suluban Beach'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/DSC00119-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Suluban Beach" title="Suluban Beach" /></a>
<a href='http://komangwiratma.web.id/2009/10/pantai-suluban-kereeennn/dsc00123/' title='Pantai Suluban'><img width="150" height="150" src="http://komangwiratma.web.id/wp-content/uploads/2009/10/DSC00123-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pantai Suluban" title="Pantai Suluban" /></a>

<p style="text-align: justify;">Pantai Suluban terletak di dekat pura uluwatu, begitu mulai masuk area pura lalu belok ke kanan. Suluban berasal dari kata &#8216;sulub&#8217; yang berarti berjalan melalui/di bawah sesuatu. Dan benar, untuk memasuki area pantai kita harus memasuki sebuah goa, dan setelah melewatinya kita langsung akan melihat hamparan pantai berpasir putih nan luas. Apalagi jika sore hari, akan tampak panorama sunset dengan langit yang berwarna kemerahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menuju ke pantai, kita harus menuruni beberapa anak tangga. Pantai Suluban dikelilingi oleh tebing-tebing yang tinggi, berpasir putih dengan butiran kasar. Area pasirnya tidak begitu luas, sehingga jika air laut pasang kita akan kesulitan masuk ke pantai. Ombaknya yang tinggi merupakan surga bagi peselancar. Banyak sekali terutama orang asing yang berselancar di sana. Panorama yang menawan menjadikannya sebagai tempat yang elok untuk kegiatan fotografi. Tampaknya belum banyak yang mengetahui keberadaan pantai ini, karena jumlah pengunjungnya tidak begitu ramai. Meskipun tidak setenar pantai Kuta atau Sanur, tapi bagi saya Pantai Suluban yang paling kereeennnn&#8230;!! (*koming)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komangwiratma.web.id/2009/10/pantai-suluban-kereeennn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

