Archive for the ‘ MeLaLi ’ Category

Sunrise dari Pantai Mertasari Sanur

Hari minggu jam setengah enam pagi saya memulai perjalanan saya ke pantai untuk menyaksikan sunrise, dan kali ini saya tidak membawa anjing kesayangan saya, kimmy. Soalnya saya akan menyusuri pantai sejauh yang saya mampu, kalau anjing saya tidak kuat berjalan jauh, karena dia jenis anjing mini, kalau dia nggak kuat jalan mesti digendong, repot malah. Biasanya saya menyaksikan sunrise dari Pantai Sanur atau Pantai Sindhu, namun kali ini saya ingin melihat sunrise dari sudut yang berbeda, jadilah saya ke Pantai Mertasari.

Pantai Mertasari ini menghadap ke utara, beda dengan Pantai Sanur yang menghadap ke barat. Jadi untuk melihat matahari terbit posisi matahari tidak berada seperti di tengah pantai, namun terlihat muncul dari sebelah pesisir pantai. Pantai ini berlokasi di Jalan Tirta Empul Sanur, atau dapat juga melalui Jalan Pengembak Sanur. Untuk mencapai lokasi pantai dapat melalui Jalan Danau Poso Sanur kemudian belok ke selatan menuju Jalan Pengembak dan langsung tembus ke pantai. Namun orang-orang lebih sering melaluinya dari Jalan Danau Poso belok ke selatan menuju Jalan Sekar Waru kemudian belok kanan lalu ketemu pertigaan dengan pohon beringin besar di tengahnya lalu belok ke kiri dan sampailah di Pantai Mertasari.

Pantai Mertasari dan seluruh pantai yang ada di Sanur sebenarnya sudah tidak alami lagi, karena sudah pernah mengalami abrasi, dan yang paling parah abrasinya adalah di Pantai Mertasari ini, karena sampai menghancurkan jalan setapak yang dibuat di pinggir pasir pantai, dan hamper merobohkan sebuah pura yang ada di pinggir pantai tersebut. Untuk menghindari robohnya pura dibangunlah tembok kecil yang berfungsi untuk menghalangi ombak. Namun pembangunan tembok ini sangat merusak pemandangan, karena dibangun tepat di bibir pantai dan jika kita duduk di atas pasir, maka pandangan kea rah pantai kita akan terhalang oleh tembok kecil ini. Namun akhirnya lama-lama tembok ini roboh juga oleh terjangan ombak. Sampai akhirnya pemerintah melakukan reklamasi terhadap seluruh pantai yang ada di Sanur. Lokasi pantai diperluas dengan menguruk bibir pantai dengan pasir putih, dan terasa sekali pasir yang baru ini bukan asli pasir Pantai Sanur, karena pasir yang asli terasa sangat lembut di kaki, sedangkan pasir yang baru ini terasa agak kasar. Namun jika dilihat dari jauh, kondisi pantai tampak lebih bagus dari sebelumnya.

Jam enam kurang saya sudah sampai di Pantai Mertasari, dan saat itu matahari tampak sudah akan mulai terbit, namun kondisi pantai masih agak gelap dan hanya langitnya saja yang tampak berwarna kemerahan. Sayang sekali saat matahari mulai terbit terhalangi oleh awan, dan saya tetap tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil gambar dari sudut yang pas. Sambil terus melakukan perjalanan di pesisir pantai menuju ke Pantai Sanur, saya menyempatkan untuk mengambil gambar jika di setiap langkah menemukan sudut yang indah. Sampai akhirnya matahari mulai meninggi dan langit sudah terlihat cerah, saya memutuskan untuk balik. Satu lagi, saat menyusuri pantai ada seekor anjing yang terus mengikuti saya dari belakang, dan saya menghampirinya. Dia kelihatan senang dan cepat akrab dengan saya, sambil dia menjilati muka saya. Dia mencoba mengajak saya bermain dengan mengambil botol air mineral kemudian dia menghampiri saya dan saya dekati dia malah berlari-lari sambil terus menoleh kearah saya. Tampaknya dia mau mengajak saya bermain-main. Nice dog !!

Tanah Impian di Pantai Dreamland

Pantai Dreamland adalah salah satu tempat yang indah untuk menyaksikan terbenamnya matahari. Sore hari pukul lima aku sudah ke sana melalui kawasan perumahan elite dan area lapangan golf di Pecatu Indah Resort. Kawasan ini konon milik Tommy Soeharto dan bukan merupakan public area, jadinya kita dikenakan ongkos masuk Rp. 5.000,- (tanpa tiket). Dulunya Pantai Dreamland ini tidak begitu ramai, dan hanya dikunjungi oleh wisatawan asing yang gemar bermain surfing, mengingat kondisi gelombangnya yang sangat cocok untuk pecinta surfing. Namun seiring dengan meningkatnya popularitas pantai ini, kini menjadi sangat ramai dipadati pengunjung terutama wisatawan domestik.

Pantai Dreamland memang sangat menawan, tidak kalah dengan Pantai Kuta. Pasirnya putih dengan butiran yang sangat lembut. Dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan disekitarnya telah dibangun berbagai fasilitas seperti villa, restoran, dan tempat penginapan. Terdapat pula bangunan bertingkat dimana kita dapat melihat keindahan Pantai Dreamland dari ketinggian. Di sana kita akan melihat bule-bule yang bermain surfing, dan menyaksikan matahari terbenam dengan langit yang berwarna kemerahan.

Pemandangannya yang eksotis menjadikannya sebagai tempat yang pas untuk melakukan foto-foto. Tak heran banyak orang yang mengambil latar belakang tempat ini untuk membuat foto pre-wedding, melakukan shooting video klip, ataupun dokumentasi lainnya untuk kepentingan pribadi. Semoga Dreamland akan selalu menjadi ‘tanah impian’. (*koming)

Tirta Yatra di Pulau Menjangan

Bulan Oktober tahun 2006 silam aku dan rombongan melakukan tirta yatra ke sebuah pura di Pulau Menjangan. Pulau ini terletak di Kabupaten Jembrana, Bali. Berangkat di pagi hari dari Denpasar menuju Jembrana menghabiskan 1,5 jam waktu perjalanan. Sesampainya di dermaga pantai lalu dilanjutkan dengan menaiki perahu boat yang berkapasitas 20 orang penumpang. Penyeberangan ini memakan waktu tidak lama, yaitu sekitar 15 menit, karena jaraknya tidak terlalu jauh.

Sesampainya di sana, kita harus melalui lahan rerumputan yang gersang dan kering. Di sana terdapat beberapa pura, dan terlihat sekali adanya bukti pengaruh kerajaan Jawa yang pernah ada di pulau ini. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pelinggih Gajah Mada dan pelinggih Kebo iwa. Selain itu terdapat pula pengaruh ajaran Budha dengan adanya kelenteng tempat memuja Dewi Kwam Im. Terakhir barulah kita melakukan persembahyangan di Pura Menjangan.

Di Pulau Menjangan ini juga terdapat binatang Menjangan, yang bentuknya menyerupai binatang kijang. Sepertinya binatang ini hanya ada di Pulau Menjangan, dan merupakan salah satu binatang langka yang dimiliki Bali. (koming)