Tradisi Makotekan di Desa Munggu
Posted by KomangWiratma™Oct 29
Berawal ketika asyik dengan aktivitas blogwalking, aku tertarik dengan salah satu artikel yang berisikan tradisi makotekan yang ada di Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali. Setelah bertanya-tanya lewat mbah google, ternyata tradisi ini diadakan bertepatan dengan hari raya Kuningan yang dilangsungkan mulai lewat waktu tengah hari sampai sore hari. Pas hari raya Kuningan tanggal 24 Oktober 2009 lalu, jam setengah empat sore, aku langsung meluncur dari Sanur menuju ke Desa Munggu.
Perjalanan ke sana sungguh menyenangkan, selain jalannya sepi (karena warga pendatang kebanyakan lagi pulkam), di sisi kanan kiri jalan dihiasi ribuan penjor dengan hiasan istimewa, lain dari penjor kebanyakan. Terutama di sepanjang jalan mulai dari Desa Kerobokan, Canggu, hingga ke Munggu. Selain itu sering sekali aku jumpai anak-anak yang sedang ngelawang menarikan tarian barong bangkung. Sesekali aku berhenti atau memperlambat laju motorku untuk menyaksikan tradisi ngelawang ini (maklum, di Sanur jarang ada). Sesampainya di perempatan lampu merah Pantai Seseh, aku terus belok kanan, dan di sana sudah tampak warga yang berkerumun di pinggir jalan yang hendak menyaksikan tradisi mekotekan ini, dan aku lantas turut serta berbaur di dalamnya. Tampaknya tradisi ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Bali, karena sepertinya penontonnya hanya dari warga setempat dan dari desa tetangga. Mungkin aku adalah turis yang datang paling jauh… wakakakakak.
Setelah menunggu sekitar setengah jam akhirnya acara dimulai. Konon tradisi makotek ini dilakukan untuk menghidarkan desa dari wabah penyakit (grubug). Tampak iring-iringan warga pria remaja dan setengah baya membawa tongkat sejenis kayu pulet sepanjang kurang lebih 3 meter. Sesekali mereka menyatukan tongkat membuat bentuk segitiga kemudian berlari berputar-putar dan berpencar kembali. Tampak juga ada yang menaiki kumpulan tongkat tersebut dan akhirnya terjatuh. Ketika lagi asyik jeprat-jepret dari bawah pohon mangga tiba-tiba mereka mengarahkan kumpulan tongkat itu menuju ke arahku. Untung aku cepat-cepat kabur, ternyata mereka memukul-mukulkan tongkatnya ke pohon mangga itu. Apalagi kebetulan pohon mangganya berbuah, jadilah mereka berebutan ‘ngotek’ buah mangga…hehe…seru juga !! (KomangWiratma™)






6 comments
Comment by YeZet on October 30, 2009 at 8:58 pm
wahh…seru tuh…
berarti nyaris kena tongkat ya?
ciaaaat….awas kepala..!
he2x..
lam kenal..
Comment by Cyzko on October 30, 2009 at 11:35 pm
wih serunya budaya kita kerennnnawas kabel listrik!!!
Comment by fandhie on November 8, 2009 at 2:09 am
wahh rebutan mangga yahh?? gw juga mau
Pingback by Hideaway in Privacy at Tamu Seseh | Warmest Down Comforters on December 12, 2009 at 1:24 am
[...] Tradisi Makotekan di Desa Munggu [...]
Comment by Mansuka on May 5, 2010 at 11:51 am
Siip bli . .Saya warga asli dari munggu . .N 2 minggu lagi tradisi mekotek juga akan ada lagi. .Kalau sempet nonton aja lagi . .
Mampir juga ke blog tiyang bli . .
Comment by Mansuka on May 5, 2010 at 11:53 am
Siip bli . .Saya warga asli dari munggu . .N 2 minggu lagi tradisi mekotek juga akan ada lagi. . . Kalau sempet nonton aja lagi . .
Mampir juga ke blog tiyang bli . .