Minggu lalu aku mendapatkan anak anjing mungil warna putih, bulunya agak lebat. Tapi ia masih kecil, bulu aslinya belum kelihatan. Ini adalah hasil kawin silang antara anjing pomku dengan anjing tetangga tapi tidak tau jenis apa, pokoknya kakinya pendek, bulunya tipis, dan telinganya lebar. Anjingku jantan, yang betina melahirkan 6 ekor anak, dan sebagai ayahnya, anjingku berhak atas hak asuh satu anaknya. Aku bebas memilih satu dari enam ekor anak anjing. Yang terlihat menghasilkan keturunan yang bagus hanya dua ekor saja, sedangkan yang lain terlihat biasa-biasa saja. Yang bagus satu berwarna hitam dan yang satunya berwarna putih. Aku tidak begitu suka anjing warna hitam, jadi aku pilih yang warna putih saja.

Anjingku kuberi nama ‘myo’, soalnya ia lahir pas motor mioku selesai dicat, biar gak pusing-using mikirin namanya, kuberi nama myo saja. Sekarang umurnya sudah hampir dua bulan, dan sudah waktunya untuk divaksin. Jadi aku tinggal panggil dokter hewan agar dia datang ke rumahku. Rencananya divaksin satu kali saja, tapi pakai vaksin yang komplit.

Kelihatannya myo akan menjadi anjing yang pintar, cepet ngerti dan setia. Setiap aku datang dia pasti sangat senang sambil mengibas-ngibaskan ekornya keras-keras. Lalu mengikutiku sambil melompat-lompat mencari perhatian. Lalu dia menggigit-gigit tanganku, dia ingin diajak bermain. Nanti kalau setelah divaksin baru boleh dimandikan lalu akan aku ajak dia jalan-jalan dipantai seperti yang selama ini sering aku lakukan bersama anjing pomku yang bernama kimi.